Selasa, 24 Juli 2012

JERUK BALI : KANDUNGAN GIZINYA SETARA UKURANNYA




Pernahkah mendengar nama buah pamelo? ya itulah buah yang kita kenal dengan buah jeruk bali. Buah jeruk satu ini selain memiliki ukuran jumbo ia juga memiliki kombinasi rasa yang lengkap manis, asam dan sedikit pahit, namun yang tak kalah juga adalah kelengkapan manfaatnya bagi kesehatan.
Pada jeruk bali merah terdapad pigmen utama yang disebut likopen. Likopen sangat baik bagi tubuh terlebih lagi dalam jeruk bali ia bersinergi dengan beta-karoten yang menjadikannya antioksidan yang kuat bagi tubuh. Di dalam jeruk bali juga terdapat senyawa-senyawa yang mampu menyembuhkan luka lambung, menyehatkan gusi,  mengatur tingkat hematokrit tubuh, mencegah animea, menurunkan kadar lemak dan kolesterol, mencegah kangker, menurunkan resiko penyakit jantung, melancarkan saluran pencernaan, menjaga kesehatan kulit dan mencegah konstipasi.
Vitamin yang banyak terkandung pada jeruk bali adalah vitamin A, vitamin B1, dan vitamin C. Sedangkan mineral yang dominan adalah kalsium, fosfor dan zat besi. Seperti halnya jeruk lain, kandungan vitamin C pada jeruk bali juga sangat tinggi sekitar 43 mg per 100 gram daging buah.
Dalam bentuk jus, jus jeruk bali mengandung pektin  jauh lebih banyak dibandingkan dengan jenis jeruk lain, sekitar 3,9 persen untuk setiap porsi yang di sajikan. Pektin merupakan serat larut air, yang di dalam tubuh bekerja sebagai penurun kolesterol dan juga resiko serangan jantung.
Konsumsi Jeruk bali juga diyakini memiliki khasiat memelihara kesehatan gusi. Peneliti di jerman membuktikan adanya hubungan antara kesehatan gusi responden dengan kebiasaan mereka mengkonsumsi jeruk bali. Penelitian tersebut dilakukan terhadap responden dengan kondisi gusi cukup parah, konsumsi jeruk bali secara rutin dalam jangka waktu dua minggu ternyata dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan gusi mereka. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang mengalami kerusakan gusi akibat kebiasaan merokok.
Para peneliti dari Jerman tersebut juga menganjurkan agar para responden tidak segera menggosok gigi setelah memakan jeruk ini. Hal tersebut dikarenakanjeruk bali termasuk jenis jeruk yang memiliki kadar asam yang dapat melemahkan email gigi. Gosok gigi sebaiknya dilakukan setelah kondisi mulut netral yaitu setelah berkumur dengan air atau setelah tak ada lagi asam yang terasa di mulut.

0 komentar:

Posting Komentar